sekali saja merasa sedih, boleh?

kadang aku bertanya tanya,
apakah buruk jika kita merasa tidak baik baik saja?
apakah salah kita merasa sedih entah apa sebabnya?
apakah tidak boleh sekali saja membenarkan rasa sedih?

apakah keliru aku meminta untuk didengar, sekali saja?
apakah sulit untuk mendengar tanpa menghakimi?

mungkin; bagi mereka hidup akan lebih baik 
bila diisi dengan perasaan positif 
tanpa pernah membenarkan perasaan negatif
dan selalu bersembunyi dibalik kata
'aku tak apa' atau 'aku baik-baik saja'
padahal, ku pikir tak selamanya yang negatif itu negatif 
ku rasa takkan pernah adil jikalau perasaan negatif selalu disalahkan

tapi, katamu untuk apa bersedih?
ku jawab dengan lugas; untuk merasakan bahagia
mungkin kita tak akan pernah sepakat
perihal pembenaran rasa sedih
entah memang kamu terlalu kuat menghadapi dunia hingga lupa rasanya sedih
atau mungkin memang aku yang terlalu perasa?

Komentar