mencintamu; setelah pergimu
kalau aku bisa memutar waktu takkan pernah kubiarkan ini terjadi kalau aku tau kita berakhir dengan ini takkan pernah ku ambil langkahku yang keliru tidak, aku tidak pernah menyalahkanmu juga rasamu atau sikapmu lalu siapa yang patut dipersalahkan? mungkin; tingkah luguku dan kenaifanku kala itu nyatanya, sekarang aku tak baik baik saja tanpamu nyatanya, aku tak bahagia melihatmu terbiasa bahkan baik baik saja tanpaku padamu, pemilik suara bariton yang menenangkan aku mencintaimu; persis selepas pergimu bolehkah aku memintamu kembali padaku?