temanku; sepi dan sendiri

suara ketikan komputer itu tiba tiba terhenti
dibenamkannya wajah sendu itu
pada tangan yang dilipatnya pada meja kayu yang sudah terkikis dimakan usia
entah dari mana pikiran itu tiba tiba hadir
tanpa permisi, tanpa mohon diri
iya; si wajah sendu merasakannya (lagi)
merasakan kekosongan pada dirinya
juga perasaan sedih lain yang ia sendiri tak tau persis apa itu
hujan di langit mata jatuh tanpa aba aba
ingin sekali rasanya menumpahkan segala rasa sedih yang mempuncah
sejenak, ia termenung
kepada siapa rasa ini harus dibaginya
sementara, temannya hanyalah sepi

Komentar